The Odyssey Menguras Tenaga, Christopher Nolan Bakal Vakum 3 Tahun

Sutradara Christopher Nolan mengungkapkan dirinya kemungkinan besar tidak akan langsung menggarap proyek film baru dalam waktu dekat usai merampungkan The Odyssey.
Nolan menyebut proses produksi film adaptasi epos karya Homer tersebut menguras habis tenaganya, sehingga ia memperkirakan butuh waktu setidaknya tiga tahun sebelum kembali duduk di kursi sutradara.
Hal ini diungkapkan Nolan dalam wawancara bersama program Today pada 17 Juli 2026.
Ia mengaku produksi The Odyssey benar-benar menguji batas kemampuannya, baik secara fisik maupun mental.
"Saya benar-benar mencapai batas stamina saya sendiri, dan juga stamina semua orang yang terlibat," ujar Nolan.
Menurut Nolan, tantangan berat memang sudah semestinya dihadapi ketika menggarap sebuah proyek sebesar The Odyssey.
Ia menegaskan tidak akan menyebut proses pembuatan film ini berjalan mulus, mengingat bobot cerita yang diadaptasi dari salah satu karya sastra klasik terbesar dalam sejarah.
"Ini kan 'The Odyssey', tentu saja harus terasa berat. Kami tidak melakukan pekerjaan dengan benar dalam membuat film 'The Odyssey' kalau prosesnya tidak terasa sulit," tambahnya.
Salah satu tantangan terbesar dalam produksi film ini datang dari keputusan Nolan untuk merekam seluruh adegan menggunakan kamera IMAX, sebuah langkah belum pernah dilakukan sepenuhnya oleh film manapun sebelumnya.
Nolan mengaku sempat menyampaikan langsung ambisi tersebut kepada tim IMAX sebelum produksi dimulai.
Dalam kesempatan terpisah bersama The New York Times, Nolan turut menyinggung pentingnya keberanian mengambil risiko kreatif di industri perfilman Hollywood.
Ia menilai sikap terlalu berhati-hati justru menjadi risiko terbesar bagi keberlangsungan sebuah film.
"Kalau kamu benar-benar tertarik pada film dan sejarah perfilman, satu hal yang pasti terlihat adalah kamu harus berani mengambil risiko untuk bisa sukses. Risiko terbesar justru adalah bermain aman," kata Nolan.
Pola jeda waktu tiga tahun antarfilm sebenarnya bukan hal baru bagi Nolan.
Sebelumnya, rentang serupa juga terlihat antara Interstellar (2014), Dunkirk (2017), Tenet (2020), hingga Oppenheimer (2023).
Namun usai produksi berat The Odyssey, jeda kali ini diperkirakan bisa berlangsung lebih panjang dari biasanya.
Meski demikian, kerja keras Nolan tampaknya berbuah manis di box office.
The Odyssey tercatat sebagai pembukaan global terbesar sepanjang karier Nolan dengan raihan 264 juta dollar AS, sekaligus mendapat sambutan positif dari kritikus maupun penonton sejak dirilis pada 17 Juli 2026.
Sebelumnya: "Suami Saya Berangkat dan Pulang Kerja Enggak Mandi", Cerita Warga Koceak Tangsel Dilanda Kekeringan
Selanjutnya: PWI Pusat Sesalkan Ucapan Hotman 'Lu Punya Otak Nggak?', Desak Minta Maaf
Artikel Terkait
- Wisatawan Batal Berfoto di Monumen Habibie-Ainun karena Kurang Terawat, Dinsos Parepare Janji Tindak Lanjuti
- Laporan Amplop Menhut Selesai, KPK Lanjut Dalami Kaitan ke Bupati Kuansing
- Cari Lawan Berujung Salah Sasaran, Sekelompok Pemuda Lempar Molotov dan Serang Gudang J&T Kebumen
- Bamsoet Dorong Tanggung Jawab dan Disiplin Pemilik Izin Senjata Api
- OSCT Indonesia Gandeng BOPPJ Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Pencemaran Laut
- 3 Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Yahukimo, 3 Senpi Diamankan
- Iwakum Kecam Hotman Paris: Pernyataannya Rendahkan Profesi Wartawan
- Balap Liar Kuasai Jalan di Rawamangun Jaktim, Polisi Tingkatkan Patroli
