Kekeringan Landa Cigudeg Bogor, Ribuan Warga hingga Puskesmas Krisis Air Bersih

Ribuan warga di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, kembali mengalami krisis air bersih karena terdampak kekeringan.
Bahkan, layanan kesehatan, Puskesmas, di wilayah tersebut juga ikut terdampak kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M. Adam Hamdani mengatakan kekeringan yang melanda wilayah tersebut karena tidak adanya curah hujan sejak kurang lebih satu bulan terakhir.
"Berdampak pada sumur resapan dan mata air mengering sehingga warga mengalami krisis air bersih," kata Adam kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).
Adapun rincian wilayah terdampak di kecamatan tersebut ialah Kampung Cilame dan Kampung Ciasahan dengan total 384 Kepala Keluarga (KK)/1.199 jiwa.
Karena itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor menyalurkan 10.000 liter air bersih untuk memenuhi sementara kebutuhan air bersih warga.
"Pendistribusian air bersih masih belum mencukupi warga karena wilayah yang terdampak masih ada yang belum tersentuh oleh air bersih sehingga masih memerlukan suplai air bersih," ungkapnya.
KOMPAS.com/PUTRA RAMADHANI ASTYAWAN KONTRIBUTOR BOGOR Tim BPBD menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk Puskesmas Lebakwangi yang terdampak kekeringan di wilayah Cigudeg, Kabupaten Bogor. Dok BPBD
Puskesmas Terdampak Kekeringan
Tidak hanya berdampak kepada warga, kekeringan yang terjadi di wilayah Cigudeg juga menyebabkan krisis air bersih di Puskesmas Lebakwangi.
"Dampak perubahan cuaca dan tidak adanya curah hujan selama satu bulan berdampak pada sumur resapan yang ada di Puskesmas Lebakwangi sehingga mengalami krisis air bersih," tambah Adam.
Karena itu, timnya juga menyalurkan air bersih 5.000 liter untuk mengisi toren penampungan Puskesmas.
"Saat ini air bersih sudah didistribusikan untuk bahan cadangan kebutuhan pasien yang berobat," tuturnya.
Sebelumnya: Soroti Kebakaran TPA, Waka MPR Tekankan Pembenahan Hulu dan Pengawasan
Selanjutnya: Harga Sayur dan Cabai Merangkak Naik di Malang, Pedagang Sebut Penjualan Turun Drastis
Artikel Terkait
- Prabowo Bicara Investasi di RI: Investor Untung tapi Rakyat Harus Sejahtera
- Prabowo: S&P Umumkan Bahwa Pembentukan PT DSI Tepat
- The Odyssey Tayang dalam Format Berbeda, Apa Beda Dolby, IMAX dan 70mm?
- Petani Singkong Minta Harga Rp 2.500 per Kilogram, Gibran Janji Carikan Solusi
- Gerindra Tepis Hotman: Presiden Tak Pernah Intervensi Hukum
- Kenapa "Paspamres-nya Donald Trump" Ikut Turun Tangan Periksa Kasus Febrie Adriansyah?
- Polri Usut Korupsi Pembiayaan Batu Bara: Ada 3 Tersangka, Tak Terkait "Blackout"
- Xi Jinping Tantang Dominasi AS, Ingin China Pimpin Tata Kelola AI Global
