Pencarian Presenter TVRI Papua Barat yang Hilang Terkendala Kabut dan Jalan Rusak

Pencarian Yanto Idorway, korban hilang di Air terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak pada Hari Minggu (19/7/2026) atau hari kedua, masih nihil.
Tim gabungan SAR mengalami kendala karena kabut tebal hingga akses jalan yang kurang baik di sekitar lokasi pencarian.
Yanto Idorway dilaporkan terpeleset saat berwisata ke kawasan Air terjun Memti Pegunungan Arfak Sabtu. Dia bersama dua rekannya, tetapi saat peristiwa hingga saat ini Yanto yang merupakan presenter TVRI Papua Barat belum ditemukan.
Kepala Basarnas Manokwari, Yefri Sabarudin, mengatakan bahwa operasi SAR melibatkan personel dari Kantor SAR Manokwari bersama Polres Pegunungan Arfak.
Dalam pelaksanaannya, tim membawa berbagai peralatan pendukung, antara lain satu unit rescue car, satu unit drone thermal, lima set peralatan komunikasi, enam set peralatan SAR air, satu set peralatan mountaineering, serta satu set peralatan evakuasi.
"Selama pelaksanaan operasi, tim menghadapi sejumlah kendala berupa medan yang berat, akses menuju lokasi yang cukup jauh, kondisi jalan berkabut, serta suhu udara yang dingin di kawasan pegunungan," kata Yefri Sabarudin, Minggu.
"Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi di wilayah operasi diperkirakan berawan. Sementara itu, tantangan yang dihadapi tim meliputi jarak tempuh menuju lokasi yang cukup jauh serta pelaksanaan mobilisasi pada malam hari," ujarnya lagi.
Operasi SAR hari kedua dimulai pada Minggu, pukul 07.30 WIT, dengan pelaksanaan briefing bersama unsur SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Polres Pegaf, dan Kodim Pegaf.
Selanjutnya tim bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan satu unit rescue car dan sembilan unit kendaraan operasional milik unsur potensi SAR.
Yefri menjelaskan bahwa setelah tiba di titik akhir kendaraan, tim melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju lokasi kejadian melalui medan pegunungan yang cukup terjal.
Sesampainya di lokasi, Tim SAR Gabungan melakukan asesmen menggunakan drone thermal untuk memantau kondisi aliran sungai dari udara.
Pencarian kemudian dilanjutkan dengan penyisiran di sepanjang bantaran sungai mengikuti arah arus dari titik korban dilaporkan terjatuh. Tim juga memasang sistem pengamanan (safety line) guna memastikan area sekitar lokasi kejadian dapat diperiksa secara maksimal.
"Tim SAR Gabungan telah mengoptimalkan upaya pencarian melalui pemantauan udara menggunakan drone thermal serta penyisiran sepanjang aliran sungai. Namun, hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan," katanya.
Menurut Yefri, Operasi SAR akan dilanjutkan kembali pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 07.00 WIT, dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Polres Pegaf, Kodim Pegaf, keluarga korban, dan unsur pendukung lainnya.
"Operasi SAR akan kami lanjutkan kembali besok pagi dengan memperluas area pencarian dan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” pungkasnya.
Sebelumnya: AS Lancarkan Serangan Terbaru, Trump Ingatkan Iran Bersikap Baik
Selanjutnya: Kisah Kelam Gigi Palsu George Washington, Presiden Pertama AS
Artikel Terkait
- Cara Memilih Produk Vitamin C yang Tepat untuk Kulit Wajah
- Tak Dikasih Rp 300.000, Anggota Satpol PP Ambil Iuran Ngaji Siswa Pecahan Rp 2.000 di Jakut
- Kejelian Pemain Timnas Voli Putra Indonesia Lihat Kelemahan Kamboja di SEA V Cup 2026
- Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Terdengar Ledakan
- Pemprov Jabar Integrasikan Sekolah Maung dengan Dunia Industri
- Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Malaysia dan Vietnam, 4 Orang Tewas
- Cegah Truk ODOL Masuk Jalan Protokol Jakarta, Jembatan Timbang Perlu Ditambah
- Selain Don Ritto, Uang Miliaran dan 74 Kg Emas Dilimpahkan ke Kejagung Besok
