Usai Tikam 2 Pemuda di Samarinda, Pelaku Buang Pisau ke Bak Sampah

Selain berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan, polisi juga menyita sebilah pisau dapur yang diduga kuat digunakan untuk menusuk kedua korban. Senjata tajam tersebut ditemukan petugas tersembunyi di dalam sebuah bak sampah di kawasan Simpang Pasundan.
Asriadi menjelaskan, lokasi penyimpanan barang bukti tersebut berhasil terendus setelah pelaku mengakui semua perbuatannya dan mengaku membuang pisau itu seusai melakukan aksi penikaman.
"Saat diinterogasi pelaku mengaku sajamnya dibuang ke dalam bak sampah, kemudian langsung diamankan di lokasi yang disebutkan pelaku," ujarnya menjelaskan kronologi penemuan barang bukti.
Dalam kejadian mencekam itu, 2 orang pemuda menjadi korban keganasan pelaku. Salah seorang korban mengalami luka tikaman serius di bagian pinggang belakang, sementara satu korban lainnya mengalami luka robek cukup dalam di tangan kiri akibat sabetan senjata tajam.
Dipicu Masalah Balap Liar
Sebelum dievakuasi ke rumah sakit, kedua korban yang terluka parah sempat berjalan teratih-tatih meminta pertolongan kepada warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Seorang warga setempat, Udin ( 30 ), mengatakan bahwa sebelum perkelahian hebat itu pecah, kedua kelompok pemuda tersebut diduga memang telah bersepakat untuk bertemu di lokasi untuk menyelesaikan suatu masalah.
"Awalnya mereka ketemuan. Infonya mau ngomong baik-baik soal balapan, tetapi tiba-tiba terjadi perkelahian di pencucian motor di atas itu," kata Udin.
Menurut pengamatan Udin, usai keributan pecah, 2 korban yang mengalami luka-luka berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah bawah jalan. Mereka sempat dikejar oleh kelompok lawan yang diduga berjumlah sekitar 6 orang.
"Salah satu korban yang kena tikam di pinggang itu minta tolong, kondisinya sudah berlumuran darah. Katanya dia dipukul terus ditikam pakai pisau," ujar Udin menceritakan kesaksiannya.
Tidak hanya menganiaya korban, kelompok pelaku juga sempat merusak sepeda motor milik korban hingga tergeletak di jalan. Warga sekitar kemudian membantu menegakkan kembali motor tersebut setelah para pelaku bergegas meninggalkan lokasi.
Kedua korban selanjutnya langsung dievakuasi menggunakan mobil ambulans relawan menuju Rumah Sakit Dirgahayu untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Tak lama setelah kejadian, polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi.
Hingga kini, pihak penyidik masih terus mendalami motif utama di balik aksi penikaman tersebut. Dugaan sementara peristiwa ini dipicu oleh persoalan balap liar, namun polisi belum menyimpulkan penyebab pastinya.
"Motifnya masih kami dalami lagi," kata Asriadi.
Ia menambahkan, sejauh ini penyidik telah memeriksa 2 orang saksi kunci untuk mengungkap secara utuh kronologi dan motif di balik peristiwa berdarah tersebut.
"Sejauh ini sudah ada dua orang saksi yang kami periksa untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut," ucap Asriadi.
Sebelumnya: Tim Investigasi dari Jakarta Berangkat ke Lokasi Ledakan Gudang Amunisi Madiun
Selanjutnya: Ketua Komisi III DPR-K Manokwari Apresiasi Polda Papua Barat karena Ungkap PETI di Waserawi
Artikel Terkait
- Pria Nganjuk yang Dikubur di Halaman Rumah Dibunuh Anak Angkat dan Pacarnya
- [KLARIFIKASI] Konten AI, Suporter Norwegia Lakukan "Viking Row" di Conveyor Bandara
- Menkop: Kopdes Merah Putih Bisa Kelola Tambang di Desa
- Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Tak Sangka Pesannya Bikin Heboh, Kini Menyesal
- Taktik Jitu Timnas Voli Putra Indonesia Kalahkan Vietnam di Semifinal SEA V Cup 2026
- Daftar Harga Sewa Perlengkapan Pendakian di Gunung Lemah Wonosobo
- Viral Pijat India Sajikan Miras di Danau Sunter Jakut, Ternyata Cuma Konten
- Zulhas: Seluruh Pangan di Papua Akan Disuplai dari Wanam
