Menteri Muslim Singapura Mundur Gegara Interaksi Online dengan Perempuan

Pelaksana tugas Menteri Urusan Muslim Singapura, Muhammad Faishal Ibrahim mengundurkan diri setelah interaksinya dengan seorang perempuan dinilai tidak memenuhi standar etik pejabat publik.
Faishal Ibrahim memilih mundur meski penyelidikan menyimpulkan tidak ada tindak pidana. Sebelumnya kedua pihak juga sempat saling melayangkan tuduhan pelecehan.
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengatakan sebagian besar interaksi keduanya terjadi melalui pesan daring dan beberapa pertemuan di sela-sela kegiatan publik.
"Masalah ini sampai ke perhatian kami sekitar sebulan yang lalu ketika Kantor Perdana Menteri menerima email dari seorang perempuan warga masyarakat mengenai interaksinya dengan Faishal," kata Wong dalam sebuah pernyataan, dilansir media Channel News Asia, Senin .
Wong telah meminta agar masalah ini segera ditindaklanjuti, dan Faishal serta perempuan tersebut telah diwawancarai secara terpisah untuk memahami keterangan masing-masing, tambahnya.
Kedua pihak kemudian mengajukan tuduhan pelecehan terhadap satu sama lain, dan masalah tersebut dirujuk ke polisi, yang menyelidiki tuduhan tersebut.
"Setelah mempertimbangkan dengan saksama fakta dan keadaan, dan setelah berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung, dinilai bahwa tidak ada pelanggaran pidana yang dilakukan oleh kedua belah pihak," kata Wong dalam pernyataan tersebut.
Tidak akan ada tindakan pidana yang diambil terhadap salah satu dari mereka.
"Namun ada pertanyaan terpisah mengenai apakah perilaku Faishal memenuhi standar yang diharapkan dari seorang pemegang jabatan politik dan anggota parlemen," kata Wong.
"Setelah merenungkan masalah tersebut, Faishal mengakui bahwa perilakunya tidak memenuhi standar tersebut, dan mengajukan pengunduran diri," imbuhnya.
Sementara itu, dalam suratnya kepada PM Wong, Faishal yang telah menikah dan memiliki dua anak itu, mengakui telah "melakukan kekeliruan dalam menilai situasi".
"Meskipun tidak ada hubungan fisik antara kami, dan saya tidak bermaksud agar interaksi tersebut berkembang menjadi demikian, ada kesalahan penilaian di pihak saya dalam cara saya menangani interaksi tersebut, dan dalam kegagalan untuk menetapkan batasan yang lebih jelas pada tahap awal," kata Faishal.
Faishal menambahkan dirinya menyadari perilakunya tidak memenuhi standar yang diharapkan darinya dan tidak sesuai dengan tanggung jawab yang telah dipercayakan kepadanya.
"Oleh karena itu, saya memutuskan bahwa sudah tepat bagi saya untuk mundur dari politik, agar saya dapat mencurahkan waktu dan perhatian saya kepada keluarga saya," tandasnya.
Simak juga Video 'Menkomdigi: Kerugian Akibat Penipuan Digital Capai Rp 9,1 Triliun':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Bupati Majalengka Optimistis Masa Depan Bandara Kertajati Cerah Saat Jadi Pusat Industri Dirgantara
Selanjutnya: Truk Molen Nyangkut di Kolong Jembatan Matraman, Sudah Dievakuasi
Artikel Terkait
- Polwan Polda Riau Raih 7 Medali Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup
- BAIC T1 Diklaim Sudah Kantongi 50 Pesanan
- Prediksi Line Up Perancis Vs Inggris di Piala Dunia 2026, Skuad Rotasi
- Mayat Perempuan Mengambang di Sungai Lukulo Kebumen, Ditemukan Pakai 9 Lapis Baju
- Cewek Open BO Tanya AI Cara Tenang Hadapi Polisi Usai ASN Lompat dari Lantai 12
- Respons Tuchel Soal Kritik Donald Trump Usai Inggris Disingkirkan Argentina
- Polri Jelaskan Alasan Tetapkan Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Meski Belum Pernah Diperiksa
- Hasil Semifinal Japan Open 2026: Putri KW Kandas, Kena Tikung Akane
