Tol Gilimanuk-Mengwi Ditargetkan Masuk Tahap Tender Akhir 2026, Koster: Ditunggu Masyarakat

Menurut dia, sebelumnya pembahasan mengenai proyek jalan tol tersebut juga pernah dilakukan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI.
"Wakil Menteri Pekerjaan Umum juga menyampaikan bahwa program Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi tetap berjalan, hanya dilakukan penahapan, evaluasi, dan direncanakan pada akhir tahun ini sudah memasuki proses tender," ujarnya, Senin, dilansir dari TribunBali.
Koster berharap tahapan pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi tidak mengalami keterlambatan mengingat proyek tersebut sudah lama dinantikan masyarakat.
"Kami berharap pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi ini sesuai jadwal perkembangannya karena ditunggu-tunggu oleh masyarakat Bali karena sangat dibutuhkan," tukasnya.
Ditargetkan Masuk Tahap Tender Akhir 2026
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Roy Rizali Anwar menjelaskan, pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi memiliki panjang trase sekitar 96,8 kilometer yang terbagi menjadi tiga seksi.
Menurut dia, fokus pelaksanaan pada periode 2025-2029 diarahkan pada Seksi Pekutatan-Soka dan Soka-Mengwi dengan total panjang sekitar 35,52 kilometer.
"Saat ini sedang dilakukan penyelesaian review Engineering Planning Study (EPS) dan kajian teknis lainnya yang ditargetkan selesai pada periode 2025-2026," imbuh Roy.
Ia mengatakan, setelah kajian teknis rampung, pemerintah akan melanjutkan penyusunan dokumen pengadaan tanah, penyempurnaan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN).
"Kecepatan pelaksanaan akan sangat bergantung pada penyelesaian seluruh readiness criteria (kriteria kesiapan). Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, proses pengadaan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan segera dilanjutkan," pungkasnya.
Perjalanan Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi
Berdasarkan catatan Kompas.com, proyek Tol Gilimanuk-Mengwi telah melalui persetujuan prakarsa hingga penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 2023.
Namun, karena tidak terpenuhinya kewajiban terkait pengadaan tanah dan financial close, perjanjian tersebut diakhiri pada 3 Agustus 2023.
Sebelum itu, proyek Tol Gilimanuk-Mengwi sempat melaksanakan groundbreaking (peletakan batu pertama) secara meriah pada September 2022.
Akan tetapi, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Tol Jagat Kerthi Bali, yang menggarap proyek ini dengan skema KPBU, akhirnya menyatakan mundur.
Sebelumnya: Mogok Jualan 3 Hari, Pedagang Daging Sapi Lamongan Minta Kepastian Harga
Selanjutnya: Adukan Anggota Pansus Hak Angket DPRD, Masyarakat Gowa Diperiksa Bareskrim
Artikel Terkait
- MenPAN-RB Sampaikan Capaian Kinerja Tahun 2025 di Rapat Kerja DPR RI
- NasDem Minta 3 Perkara Korupsi yang Jerat Febrie Diusut Tuntas hingga Akar
- Iran Akui Salah Tembaki Kapal-kapal di Selat Hormuz
- Ketua Komisi III DPR Dengar Info Ada Bunker Lain di Kasus Febrie Adriansyah
- Kandang Ayam Besar di Dekat Perumahan, Bagaimana Aturannya?
- Trump Tuntut Bayaran Usai Klaim AS Jaga Selat Hormuz
- Bukan Uang, Artis yang Tampil di Final Piala Dunia 2026 dapat Honor yang Tak Ternilai
- Hotman: Rumah Sentul Bukan Milik Febrie, Dikuasai Don Ritto Sejak 2022
