Rincian Utang Rp 1,6 Triliun BGN Era Dadan: Bayar EO, Unhan, hingga Sendok

Pelaksana harian (Plh) Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengatakan BGN masih memiliki tunggakan dari era Dadan Hindayana sebesar Rp 1,6 triliun yang harus dibayarkan kepada pihak ketiga. Apa saja rinciannya?
"Ini adalah rekapitulasi tunggakan-tunggakan yang kami harus selesaikan. Ada belanja bahan Rp 16,1 miliar, ada sertifikasi Rp 111 miliar, jasa konsultan, sewa, honor narasumber," ujar Agustina dalam rapat Komisi IX DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Komponen dalam tunggakan itu ada tagihan pembayaran penyelenggara acara atau event organizer (EO).
Ada pula utang ke Universitas Pertahanan (Unhan) miliaran rupiah, hingga belanja bahan berupa sendok dan lain-lainnya.
"Nah ini mohon maaf kami mungkin masih banyak utang ke tempat lain, jasa lainnya ada EO, publikasi dan sebagainya Rp 330 miliar. Kemudian kami juga masih punya utang ke Unhan Rp 7,3 miliar, perjalanan dinas Rp 684 juta, tunggakan banper (bantuan pemerintah) 100 miliar, belanja modal, dan seterusnya totalnya Rp 1,609 triliun," sambungnya.
Agustina menegaskan, utang-utang yang ditinggalkan Dadan itu akan dilunasi pada tahun 2026 ini.
Hanya saja, Agustina mengakui alokasi anggaran untuk membayar tunggakan tersebut masih diblokir.
"Ini kira-kira nanti tunggakan yang akan kami bayarkan di tahun 2026 yang sementara ini memang alokasi anggarannya masih diblokir. Tetapi beberapa hal yang memang sudah melewati proses reviu dan sudah sesuai dengan ketentuan memang akan segera dibayarkan oleh DJA," imbuh Agustina.
Berikut rincian tunggakan BGN sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp 1,6 triliun.
1. Belanja bahan Rp 16.119.536.548 (seragam, KLB, call center, sendok, dll)
2. Sertifikasi Rp 111.631.740.960 (belanja sertifikasi SPPG)
3. Jasa konsultan Rp 200.000.000
4. Sewa Rp 121.951.599 (sewa kendaraan insidentil)
5. Honor narasumber Rp 812.968.500 (narasumber kegiatan bimtek penjamah makanan)
6. Jasa lainnya Rp 330.447.200.008 (EO, publikasi, dll)
7. Unhan Rp 7.395.240.200 (UH/UT, pengiriman barang)
8. Perjalanan dinas Rp 684.395.463 (tunggakan perjalanan dinas 2025)
9. Tunggakan banper MBG Rp 100.641.825.064 (tunggakan bantuan pemerintah Makan Bergizi Gratis 2025)
10. Belanja modal aset Rp 1.040.990.661.519 (pembangunan dapur APBN).
Sebelumnya: Kunjungi Padang, Dedi Mulyadi Pilih Naik Taksi Dibanding Mobil Dinas
Selanjutnya: Malaysia Bersiap Hadapi Super El Nino, Suhu Diperkirakan Lampaui Rekor 40,1 Derajat
Artikel Terkait
- Rumah Mewah di Grand Polonia Meledak, Kapolrestabes Medan: Diduga Kebocoran Pipa Gas Tanam
- PP 30/2026: Unduh Data Perusahaan Kena Tarif Rp 500.000, Paket 100 Perusahaan Rp 5 Juta
- Rundown Konser Afgan di JCC Senayan Hari Ini
- Bangor Fest Vol. 4 Umumkan Line-up Hari Kedua, Ada Bernadya hingga Aldi Taher Gallagher
- Dapat Penolakan, Tol Sicincin-Bukittinggi Tak Lewati Kubang Putih, Trase Baru Segera Disurvei
- Promo JSM Alfamart Hari Ini 18 Juli 2026, Minyak Goreng Turun Harga Mulai Rp 40.000-an
- Kenapa "Paspamres-nya Donald Trump" Ikut Turun Tangan Periksa Kasus Febrie Adriansyah?
- Kritik Zlatan Ibrahimovic atas Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2026
