Perkuat Pasar Bullion dan Industri Emas, Pemerintah Bentuk IBMA

"Kalau ekosistemnya kuat dan seluruh pelaku industri bisa bergerak bersama, nilai tambah yang dihasilkan sektor emas akan jauh lebih besar,” kata Dony dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
“Ini bukan hanya soal perdagangan emas, tetapi bagaimana komoditas ini dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," lanjut Dony.
Sejak layanan Bullion Bank diluncurkan, perkembangan industri emas nasional menunjukkan tren positif.
Hingga saat ini, Pegadaian telah mengelola sekitar 153 ton emas, sementara BSI mengelola sekitar 24 ton emas.
Peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bullion sekaligus memperlihatkan besarnya potensi emas sebagai instrumen investasi dan sumber pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan tersebut dinilai perlu diimbangi dengan tata kelola yang lebih kuat.
Karena itu, pembentukan IBMA diarahkan untuk menyusun standar industri, mempererat sinergi antarpelaku usaha, serta menciptakan pasar bullion yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Dony bersama Pegadaian dan BSI membahas berbagai langkah strategis guna mempercepat pembentukan IBMA, termasuk penguatan tata kelola, standardisasi industri, dan kolaborasi antarlembaga yang terlibat dalam ekosistem emas nasional.
Pemerintah berharap sinergi antara BP BUMN, Danantara, Pegadaian, dan BSI mampu mempercepat hilirisasi industri emas, memperluas inovasi produk dan layanan berbasis emas, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset emas nasional.
"Pembentukan IBMA diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan pasar bullion yang lebih modern, terintegrasi, dan kompetitif sehingga mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat perdagangan bullion di kawasan Asia Tenggara," kata Dony.
Dia mengatakan, melalui sinergi BP BUMN, Danantara, Pegadaian, dan BSI, pembentukan IBMA diharapkan dapat mempercepat hilirisasi emas, memperluas pengembangan produk dan layanan berbasis emas, meningkatkan produktivitas aset emas nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pasar bullion di Asia Tenggara.
“Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun industri emas yang semakin modern, inklusif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” tegas dia.
Sebelumnya: Takhayul Bikin Rumah Angker Sulit Laku di Jepang, Apa Solusinya?
Selanjutnya: 10 Pulau Terbaik di Dunia Versi Travel and Leisure 2026, Bali Peringkat Berapa?
Artikel Terkait
- Terungkap Modus Dugaan Penipuan Berkedok Tes TOEFL Saat MPLS di Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya
- El Nino Bukan Vonis Kekeringan
- Kesaksian Aah dan Iin, Korban Tsunami Pangandaran: Dua Tahun Hidup di Tenda Pengungsian
- Banjir Rob Masuk Sekolah, Disdik Surabaya Sebut MPLS Tak Terganggu
- Respons 110, Polres Jaksel Usut Rumah Makan Minang Dibobol Maling
- Kampus Klarifikasi soal Rachmi yang Temui Dedi Mulyadi di Padang, Sebut Terkendala Akademik
- Bayi Baru Lahir Dibuang di Lahan Kosong Bekasi, Polisi Buru Pelaku
- 5 Trik Membuat Es Kopi Rumahan Lebih Enak, Tak Perlu Mesin Espresso
