Ketum KOI Harap Prestasi Anggie Intania Chalik Picu Kebangkitan Tinju Indonesia

"Dulu kita sulit untuk mendapatkan prestasi, kalau sekarang pelan-pelan akhirnya tinju Indonesia kembali bangkit," kata Raja Sapta Oktohari dikutip dari Antara.
Momentum untuk Ajang Internasional
Medali emas yang diraih Anggie di kelas terbang ringan putri U19 (45-48kg) diharapkan dapat memacu semangat seluruh atlet untuk menghadapi tantangan kejuaraan di masa depan.
Oktohari menekankan bahwa Indonesia masih memiliki deretan agenda bergengsi seperti Asian Games, SEA Games, hingga Olimpiade yang menuntut kesiapan mental dan fisik para atlet.
"Saya harap (prestasi Anggie Intania Chalik) ini akan menjadi dorongan kepada semua petinju yang lain untuk kembali berkiprah di kancah internasional," katanya.
Selain memberikan apresiasi kepada atlet, ia juga memuji langkah Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) yang sukses menjadi tuan rumah gelaran Asian Boxing U19 dan U23.
Kesuksesan penyelenggaraan ini berbanding lurus dengan raihan prestasi atlet, di mana kontingen Indonesia telah mengamankan total tujuh medali, termasuk perak dari Dira Artika dan lima medali perunggu lainnya dari berbagai kelas.
Kemudian, lima medali perunggu yang disumbangkan oleh Linda Sarui Langi Malin (kelas minimum putri/45-48 kg), Maria Mesita Manguntu (kelas welter ringan putri/65 kg), Rliko Praveg (kelas penjelajah putra/85kg), Joshua Toni Marties Lahin (kelas ringan putra/60kg), dan Viktor Wengkang (kelas welter putra/65 kg).
Sebelumnya: Dikira Razia, Bapenda Kaltara Tegaskan Operasi Tempel-Tempel Hanya Pengingat Pajak Kendaraan
Selanjutnya: 10 Tahun Mangkrak, Gibran Pastikan Jembatan Way Bunut Lampung Bisa Dilintasi Akhir Juli
Artikel Terkait
- Polemik Malvinas: Inggris Desak FIFA, Gedung Putih Bela Argentina
- Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Jember, Satgas Selidiki Penyebabnya
- Peredaran Pod Getar dan Happy Water di Bogor Sasar Perumahan Elite
- Ibu Penyiksa Anak Tirinya Berusia 4 Tahun hingga Tewas di Bekasi Jadi Tersangka
- BMKG: 2 Kecamatan di Bima Masuk Kategori Kekeringan Ekstrem, 63 Hari Tanpa Hujan
- Ahli TPPU Beberkan Modus Perkara 3 Korupsi yang Jerat Febrie Adriansyah
- Kecelakaan Kereta Api di Semarang, Ahmad Luthfi Sampaikan Duka Mendalam
- WNI yang Kabur Tak Pamit Berangkat Korsel, Ibu Bingung Didatangi Pihak Travel
