Prabowo di Puncak Harkopnas: Muka Kalian Bukan yang Bawa Lari Uang ke LN

Presiden Prabowo Subianto sempat berkelakar saat menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional . Dia mengatakan wajah para hadirin bukanlah muka orang yang membawa kabur uang ke luar negeri.
Mulanya, Prabowo menjelaskan koperasi merupakan alat bagi orang lemah dan miskin. Dia meminta masyarakat tak khawatir karena koperasi akan menjadi kekuatan ekonomi Indonesia.
"Saudara-saudara, koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya orang miskin. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi, satu lidi, satu lidi, lemah. Tapi bergabung, itu kekuatan saudara-saudara sekalian. Jangan khawatir, gerakan Koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia. Kekuatan Indonesia yang tidak akan bawa uang lari dari Indonesia. Benar?" kata Prabowo di GBK, Senayan, Jakarta, Minggu .
Prabowo kemudian berkelakar muka para hadirin di acara tersebut bukanlah muka orang yang membawa lari uang ke luar negeri. Dia menilai tak masalah pergi ke luar negeri untuk berlibur karena dia menerima laporan sudah banyak petani hingga nelayan yang ke luar negeri untuk liburan.
"Saya ingin lihat tampang-tampang koperasi ini. Muka-muka kalian, bukan muka orang yang bawa lari uang ke luar negeri, betul? Tapi nggak ada masalah, saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri, nggak papa. Libur boleh, kapan lagi petani libur ke luar negeri, sekarang karena kita akan buat petani, nelayan, buruh, makmur," ujarnya.
Lebih lanjut Prabowo yakin ekonomi Indonesia akan bangkit. Dia berjanji akan mengembalikan kekayaan Indonesia.
"Ekonomi kita akan bangkit dari desa, kecamatan, kabupaten. Dan uangnya akan tinggal di desa, di kecamatan, di kabupaten. Kita akan balikkan, kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita kembalikan sekarang, ekonomi akan turun ke rakyat," imbuhnya.
Simak juga Video Prabowo Takut Ditempeleng Ayah & Kakeknya Kalau Tak Hadiri Harkopnas
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Kasus Kematian Pasien Anak di Pangkalpinang, Dokter Ratna Divonis Bebas
Selanjutnya: Narasi "Demo Bayaran" dan Masa Depan Kebebasan Berpendapat
Artikel Terkait
- Polisi Tangkap Pengedar Upal di Tangerang, Duit Palsu Rp 68 Juta Disita
- Nasib Tak Menentu di Napoli, Lukaku Dapat Tawaran dari MLS
- BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun pada Era Dadan Hindayana
- Mana yang Lebih Sehat, Telur Ceplok atau Telur Dadar? Ini Kata Ahli Gizi
- Pemkab Buleleng Berencana Gabung 4 Sekolah demi Efektivitas Pendidikan
- Sering Self-Reward dengan Belanja Makeup? Hati-hati Impulsive Buying
- ORI030 Laris Manis, Pemerintah Tambah Kuota Jadi Rp 30 Triliun
- Satgas PRR Kawal Pemulihan Infrastruktur di Nagan Raya dan Bireuen
